Sapa Ranting MWCNU Pamarican di Mekarmulya, Bangkitkan Kembali Ghirah dan Harakah Nahdliyyin

Sapa Ranting MWCNU Pamarican
PAMARICAN – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pamarican kembali menggelar kegiatan Sapa Ranting. Kali ini, kegiatan dilaksanakan bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Mekarmulya, bertempat di Masjid DKM IV Al-Hikmah, Karang Cingkrang, Desa Mekarmulya, Sabtu (7/11/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB tersebut dihadiri Kepala Desa Mekarmulya H. Cucu Permana Putra, jajaran Rois Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Pamarican, Pengurus Ranting NU Desa Mekarmulya, perwakilan lembaga dan badan otonom (Banom), kader NU, para ulama, ketua DKM, tokoh masyarakat, serta jamaah Nahdliyyin. Sekitar 150 orang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat dan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sema’an Al-Qur’an oleh para kader Huffadz Ranting NU Mekarmulya sejak bakda Magrib sebagai pra-acara. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan dan tawassul.
Ketua Tanfidziyah PRNU Mekarmulya, Ust. Dede Wahyudin, S.T., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para kiai, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyyin. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materiil, sehingga kegiatan dapat terselenggara.
Ia menjelaskan bahwa Desa Mekarmulya merupakan desa termuda di Kecamatan Pamarican, terletak di wilayah paling selatan kecamatan Pamarican. Kondisi geografisnya berupa kawasan perbukitan dengan ketinggian sekitar 550 meter di atas permukaan laut.
Melalui kegiatan Sapa Ranting ini, ia berharap semangat ghirah dan harakah para kader NU di Desa Mekarmulya kembali tumbuh, sehingga roda organisasi yang selama ini mengalami kevakuman dapat bergerak dan aktif kembali.
Sementara itu, Kepala Desa Mekarmulya, H. Cucu Pernana Putra, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Lailatul Ijtima’ dan Sapa Ranting NU Mekarmulya. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus diaktifkan sebagai sarana mempererat silaturahmi, membangun koordinasi, sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Memasuki acara inti, Ketua Tanfidziyah MWCNU Pamarican, Dr. KH. Ali Makhfudz, S.Th.I., M.S.I., menyampaikan arahan organisasi sekaligus mengajak seluruh pengurus dan kader NU Mekarmulya untuk senantiasa menjaga semangat perjuangan dan pengabdian. Ia mengingatkan agar keberadaan organisasi tidak sampai berada dalam kondisi yang diistilahkan dengan ungkapan la yamutu wala yahya—tidak mati, tetapi juga tidak hidup.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan perkembangan pembangunan Gedung NU Center MWCNU Pamarican. Alhamdulillah, meskipun pembangunan belum sepenuhnya selesai, gedung tersebut sudah mulai dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan NU. Ia memohon doa dan dukungan seluruh warga Nahdliyyin agar proses pembangunan dapat berjalan lancar serta kelak memberikan manfaat yang lebih luas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran NU sangat besar dalam upaya himayatud din (menjaga agama) dan himayatud daulah (menjaga negara). Oleh karena itu, dukungan seluruh warga Nahdliyyin sangat diperlukan agar NU dapat terus berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari keagamaan, pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian.
Pada kesempatan itu, Dr. KH. Ali Makhfudz juga menitipkan keberlangsungan NU Ranting Mekarmulya kepada para bakal calon kepala desa yang turut hadir. Ia berharap siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah memimpin Desa Mekarmulya dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan dan perjuangan NU di tingkat ranting.
Agenda berikutnya diisi dengan sosialisasi program LAZISNU serta tanggapan atas lima persoalan keagamaan yang disampaikan oleh Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Pamarican.
Ketua LBMNU Pamarican, Ust. Rizal Haikal, menyampaikan penjelasan dan tanggapan terhadap lima pertanyaan yang sebelumnya diajukan sebagai bahan kajian lembaga. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi kolaborasi perdana LBMNU Pamarican periode kepengurusan saat ini dalam rangkaian Sapa Ranting bersama MWCNU Pamarican.
Ia juga menyatakan kesiapan LBMNU untuk menampung berbagai pertanyaan, masukan, serta persoalan yang berkaitan dengan praktik keagamaan di tengah masyarakat. Dengan demikian, persoalan-persoalan tersebut dapat dikaji dan dicarikan jawaban melalui pendekatan keilmuan dan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Rois Syuriah MWCNU Pamarican, Kyai Nasuha, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.
Usai kegiatan, rombongan MWCNU Pamarican berpamitan untuk melanjutkan agenda menghadiri Konferensi PAC GP Ansor yang pada malam tersebut masih berlangsung di Gedung NU Center Pamarican.
Melalui kegiatan Sapa Ranting ini, MWCNU Pamarican berharap terjalin komunikasi dan koordinasi yang semakin erat antara pengurus cabang dan ranting. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik kebangkitan semangat berorganisasi, memperkuat khidmah, serta menghidupkan kembali gerakan Nahdlatul Ulama hingga ke tingkat desa.
